Tampilkan postingan dengan label Film Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Mei 2010

Film Merah Putih-2 Sudah Selesai Syuting


JAKARTA, KOMPAS.com--Proses pembuatan film Merah Putih 2 dengan subjudul "Darah Garuda" yang akan tayang di seluruh bioskop pada September 2010 telah memasuki masa akhir syuting.

"Ini adalah hari terakhir kami syuting," kata kata Sutradara Merah Putih Yadi Sugandi kepada ANTARA di Pulau Ayer, Kepulauan Seribu, Sabtu.

Yadi menambahkan, pihaknya telah menghabiskan sebanyak 28 hari untuk proses syuting film tersebut. "Proses syuting memakan waktu sekitar 28 hari dan proses produksi sekitar 35 hari," katanya.

Yadi menjelaskan, proses syuting Film Merah Putih 2 sendiri dilakukan di tiga tempat yang berbeda yakni Sukabumi, Pantai Pangandaran dan yang terakhir di Kepulauan Seribu.

Ia juga menambahkan bahwa proses syuting Merah Putih 2 telah dicicil sebagian pada syuting film Merah Putih satu yang tayang pada tahun 2009 lalu.

"Sebagian besar syuting Merah Putih 2 sudah dicicil pada pembuatan film sebelumnya, saat ini tinggal menyelesaikan sisanya sekitar 30 persen lagi," katanya.

Ia juga menambahkan, proses pembuatan film Merah Putih-2 menghabiskan biaya sekitar Rp10 miliar. Ia juga menambahkan, anggaran sebesar Rp10 miliar di antaranya digunakan untuk membangun set lapangan udara belanda yang pada akhirnya diledakkan untuk tuntutan skenario.

Selain itu, anggaran tersebut juga dipergunakan untuk replika pesawat udara, pembelian bahan peledak serta honor pemain dan kru.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya tidak menargetkan keuntungan atau kembalinya modal yang telah dikeluarkan. "Pihak produser hanya menginginkan film ini sukses menyampaikan pesan moral mengenai perjuangan pahlawan kemerdekaan," katanya.

Film ini dibintangi sederet aktor dan aktris muda diantaranya Darius Sinathrya, Teuku Rifnu Wikana, Lukman Sardi, Doni Alamsyah, Zumi Zola, dan Saraswati. "Merah Putih" dibesut dalam format seluloid 35 milimeter dengan tim internasional yang terdiri atas ahli efek khusus (special effects) dan veteran perfilman Hollywood yakni Koordinator efek khusus dari Inggris Adam Howarth (Saving Private Ryan, Blackhawk Down), Koordinator pemeran pengganti (stunt) Rocky McDonald (Mission Impossible II, The Quiet American).

Make-up dan visual effects oleh Rob Trenton (The Dark Knight), Konsultan ahli persenjataan adalah John Bowring (Crocodile Dundee II, The Matrix, The Thin Red Line, Australia, X-Men Origins:Wolverine) dan Asisten Sutradara adalah Mark Knight (December Boys, Beautiful).

Senin, 24 Agustus 2009

'Merah Putih', Film Termahal Indonesia!

Perkembangan film Indonesia yang maju pesat membuat seorang Hasyim Djojohadikusumo rela menggelontorkan US$ 6 juta untuk sebuah film idealis yang berjudul ‘Merah Putih’.
Film ini diproduseri oleh Hasyim dengan menorehkan anggaran yang sangat besar. Film yang bercerita tentang film revolusi perang Indonesia menelan dana produksi hingga 6 juta dolar atau Rp 60 miliar.

“Dana itu untuk biaya produksi, marketing dan promosi,” ungkap Hasyim ketika acara pelincuran website ‘Merah Putih’ di Djakarta Theater, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat.

Ia pun menjelaskan tujuan film ini dibuat tak lain hanya untuk menghargai para pahlawan kemerdekaan agar anak-anak muda mengingat keberanian para pejuang yang memiliki latar belakang berbeda hanya demi kemerdekaan.

“Film ini jelas mendidik dan memberi inspirasi. Pesan film ini ingin menyampaikan bahwa para pejuang kemerdekaan kita berjuang bukan untuk uang. Supaya anak cucu kita sadar bahwa pendahulu mereka berjuang dengan tulus tanpa pamrih mater,” terangnya.

Film yang rencananya bakal dirilis pada 13 Agustus 2009 itu diperankan oleh Lukman Sardi, Darius Sinathrya, Donny Alamsyah, dan Zumi Zola.

Film Merah Putih, Film Perang Indonesia Ala Hollywood


Dunia Film Indonesia segera menayangkan film dengan genre yang berbeda. Film Merah Putih, adalah film perang pertama Indonesia yang bergaya Hollywood Blockbuster yang akan tayang secara serentak se-nasional pada tanggal 13 Agustus 2009. Film yang diproduksi oleh PT. Media Desa bekerjasama dengan Margate House ini turut melibatkan ahli perfilman internasional.

Sebut saja antara lain Koordinator Special Effect dari Inggris, Adam Howarth (Saving Private Ryan, Black Hawk Down), Koordinator Pemeran Pengganti, Rocky McDonald (Mission Impossible II, The Quiet American), Make Up dan Visual Effect Artist, Rob Trenton (Batman-The Dark Knight), Ahli Persenjataan, John Bowring (Crocodile Dundee II, The Matrix, The Thin Red Line, Australia, X-Men Origins : Wolverine), dan Asisten Sutradara Mark Knight (December Boys, Beautiful).

Merah Putih merupakan bagian pertama dari Trilogi kemerdekaan yang berlatar sejarah otentik perjuangan Indonesia untuk kemerdekaan pada tahun 1947. Bercerita tentang sekelompok pejuang kemerdekaan yang bersatu untuk bertahan dari pembunuhan, berjuang sebagai pejuang gerilya yang terlepas dari konflik dan perbedaan yang besar dalam kelas sosial, suku, agama, dan kepribadian.

Meskipun Merah Putih adalah karya film fiksi, film ini terinspirasi dari kehidupan yang sesungguhnya dari para kadet pemberani yang dibunuh di Lengkong, semua lelaki dan perempuan pemberani yang telah berjuang untuk persatuan dan kemerdekaan Indonesia antara 1945 sampai 1948,” Jelas Hashim Djojohadikusumo sebagai produser eksekutif saat peluncuran Trailer dan Website Merah Putih di Ballroom Djakarta Theater, 6 Juli 2009.

Film yang dibesut oleh Yadi Sugandi ini akan menampilkan para bintang Indonesia antara lain Lukman Sardi, Doni Almasyah, Darius Sinathrya, T. Rifnu, Zumi Zola, dan turut memperkenalkan Rahayu Saraswati.

Merah Putih, Film Sejarah Rasa Hollywood


Menyambut Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus mendatang, sebuah film bertemakan nasionalisme bakal dirilis. Yadi Sugandi, penata sinematografi, yang pernah menggarap film Laskar Pelangi, Under The Tree, Tiga Hari Untuk Selamanya, dan The Photograph, dipercaya untuk menjadi sutradaranya.

Film Merah Putih, diangkat berdasarkan sejarah otentik perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan pada 1947, ketika agresi Militer Belanda di daerah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Rob Allyn, produser eksekutif Merah Putih mengatakan, film ini berusaha membangun semangat nasionalisme bangsa Indonesia dan pentingnya sebuah persatuan. "Kami juga berharap film ini hadir pada saat yang tepat, untuk mengingatkan Indonesia bahwa para pemuda telah berjuang dengan gagah berani untuk meraih kemerdekaan dan kebebasan dari dominasi kolonial," katanya di Jakarta.

Merah Putih bercerita tentang sekelompok pejuang kemerdekaan, para kadet-kadet tentara rakyat yang berasal dari etnis, agama, kelas sosial berbeda. Perbedaan inilah yang memberi warna pada karakter masing-masing pemainnya.

Tak sekedar mengangkat film dengan tema nasionalisme, Allyn juga mengaku ingin memberikan tontonan yang berbeda dengan menghadirkan sentuhan special effects kelas dunia. "Kami ingin membuat film saga berlatar sejarah dengan sentuhan Hollywood, mengombinasikan bakat-bakat terbaik yang dimiliki perfilman Indonesia yang sedang mekar dengan special effects kelas dunia," ujar Allyn.

Untuk mewujudkan hal tersebut, film yang dibintangi di antaranya aktor Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Darius Sinathrya, T. Rifnu Wikana, dan Rahayu Saraswati itu, melibatkan sejumlah ahli perfilman internasional berpengalaman di Hollywood. Sebut saja Adam Howarth yang pernah menjadi coordinator special effect untuk film Saving Private Ryan, Blackhawk Down. Ada juga kordinator pemeran pengganti Rocky McDonald, yang sukses di film Mission Impossible II dan The Quiet American.

Allyn juga melibatkan ahli persenjataan John Bowring yang ikut serta di film Crocodile Dundee II, The Matrix, The Thin Red Line, Australia dan X-Men Origins:Wolverine.

Menurut Allyn, persiapan film berlangsung selama dua tahun lebih. Tim produksi terlebih dahulu mewawancarai sejumlah veteran pada zaman revolusi, melakukan riset mendalam, memverifikasi kembali data sebelum menyusun naskah.

Followers

Blog Stats