Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Oktober 2009

Ical 296 Suara, Paloh 240 Suara, Tommy dan Yuddy Nihil


DARI   YAHOO!

Perolehan suara akhir dalam pemilihan ketua umum Partai Golkar dimenangkan oleh Aburizal Bakrie atau Ical dengan 296 suara. Di tempat kedua ada Surya Paloh dengan 240 suara. Sedangkan Tommy Soeharto dan Yuddy Chrisnandi tidak memperoleh suara satu pun.

Pantauan detikcom, Kamis (8/10/2009), proses penghitungan ini dilakukan hampir selama 30 menit. Sempat saling berkejar-kejaran dalam penghitungan awal, Ical lalu melejit saat mendekati akhir penghitungan.

Para pendukung Ical sudah bersorak sebelum proses penghitungan selesai. Bahkan suasana podium langsung tidak beraturan karena massa yang membludak untuk memberi ucapan selamat.

Tommy Soeharto sudah kabur dari arena Munas sejak pertengahan masa penghitungan suara. Sementara Yuddy tampak sibuk mencatat setiap suara yang masuk, meski dirinya tak memperoleh suara satu pun.





Rabu, 07 Oktober 2009

Aburizal Bakrie Nilai Kalla Sudah Memihak

DARI YAHOO!
Kampar, Riau (ANTARA) - Kandidat Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie, menilai, Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla (JK) sudah kelihatan memihak salah satu pesaingnya dalam perebutan posisi puncak pimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Ia mengatakan itu dalam konperensi pers di sela-sela penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) VIII Partai Golkar di Hotel Labersa, kabupaten Kampar, sekitar limabelas menit dari Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau, Selasa siang.

"JK sudah kelihatan memihak. Tetapi saya dengar dan saya tanya, katanya tidak demikian. Jadi, saya anggap itu pendapat pribadi," kata Aburizal Bakrie.

Dia sendiri merasa yakin terpilih sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2009-2014, karena saat ini timnya mengklaim telah didukung 386 DPD (II dan I).

Perbincangan hangat tentang posisi JK memang terus menjalar di kalangan 1.600-an peserta resmi Munas, juga lebih 10.000 `penggembira` dari seluruh Indonesia yang datang ke Riau, terutama menyimak isi utama pidato pembukaan Munas, Senin (5/10) malam.

Dalam pidatonya, JK dengan jelas menyatakan, Partai Golkar memang tidak terbiasa jika berada di luar kekuasaan. "Tetapi, tidak biasa juga meminta-minta kekuasaan," tandasnya.

JK juga menyorot kritis kelompok elite Partai Golkar yang tidak mau bersatu padu memenangkan partai itu pada Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden (Pilpres) 2009 ini.

Akbar Kritik JK

Atas pernyataan JK, para pendukung utama Aburizal Bakrie, termasuk Akbar Tanjung (mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar) mengritik keras, dengan menyatakan JK sudah tidak konsisten dengan akan mengarahkan partai itu menjadi oposisi.

Namun, kepada pers, Aburizal Bakrie juga menilai, pernyataan JK itu merupakan pendapat pribadi.

"Bagi saya, Partai Golkar harus mandiri, juga bebas berpikir bagi kadernya, dan mandiri berkarya," ujarnya.

Sedangkan Akbar Tanjung pada kesempatan itu menganggap, pendapat JK dalam pidato pembukaan Munas sebenarnya tidak perlu dilontarkan.

Ia malah menganggap JK tidak konsisten dengan Munas Tahun 2004 di Bali.

Karena, menurutnya, waktu itu pihaknya ingin Partai Golkar berada di luar pemerintahan, tetapi ketika JK terpilih sebagai Ketua Umum DPP, ternyata membawa partai itu mendukung pemerintah.

"Kok sekarang justru JK ingin Partai Golkar di luar pemerintahan? Pendapat itu perspektif pribadi. Bukan perspektif partai. Kalau pemerintah minta kader Partai Golkar di kabinet, mengapa tidak," tandas Akbar Tanjung.

Followers

Blog Stats