Kamis, 08 Oktober 2009

Ilmuwan Temukan Meteor Unik


DARI    LIPUTAN 6 SCTV


Liputan6.com, London: Para peneliti astronomi baru-baru ini menemukan meteor unik di sebuah gurun di Australia Barat. Para ilmuwan yang berasal dari Department of Earth Science and Engineering at Imperial College London yang berhasil menemukan meteorit tersebut juga berhasil mengetahui dari mana benda langit itu berasal.

Benda langit ini dianggap unik lantaran beberapa hal. Salah satunya adalah cara ilmuwan menemukan benda tersebut. Para ilmuwan menggunakan jaringan kamera yang telah dibangun sejak tahun 2006. Cara ini adalah yang pertama dalam menemukan meteor yang hanya seukuran bola kecil.

Biasanya para ilmuwan akan mengalami kesulitan untuk mengamati dan menemukan benda langit tersebut. Selain itu meteor tersebut juga memiliki orbit yang tak biasa. Setelah terlepas dari sabuk asteroid utama bagian dalam antara Jupiter dan Mars, meter itu kemudian mengelilingi matahari, hal yang mirip dilakukan bumi.

Komposisi meteor juga unik karena terdiri dari batuan basalt yang terbentuk dari aktivitas vulkanik. Unsur bebatuan ini makin mengukuhkan teori tentang bagaimana teori pembentukan asteroid.

Para ilmuwan menyambut penemuan in dengan senang. "Ini sesuatu yang luar biasa dapat menemukan asal meteor tersebut. Penemuan ini akan menjadi petunjuk bagaimana sistem tata surya terbentu", ujar Phil Bland yang menjadi pemimpin penemuan tersebut seperti dikutip Sciencedaily.(AND)

Ada Air di Bulan


DARI    LIPUTAN 6 SCTV

Liputan6.com, New Delhi: Pesawat antariksa India, Chandrayaan-1 berhasil menemukan air di permukaan bulan. Ini merupakan kejutan karena India baru pertama kali mengirimkan misinya ke bulan. Kepala Badan Antariksa India, Madhavan Nair, pada Jumat (25/9) mengatakan, data yang berhasil dikumpulkan Chandrayaan-1 sangat mengagumkan. Namun butuh waktu sekitar enam bulan hingga tiga tahun untuk menganalisanya.

Chandrayaan-1 telah mengorbit di bulan sejak Oktober tahun lalu. Pesawat ini dilengkapi dengan sensor pencari air yang disebut moon impact probe. Nair meyakini, air terbentuk di kutub dengan bantuan angin di bulan. Dalam laporan yang diterbitkan di Science Journal, Nair menduga air kemungkinan bergerak dalam bentuk partikel kemudian membentuk dan menyatu dengan debu-debu di permukaan bulan.

Hasil temuan tersebut diperkuat oleh pernyataan badan antariksa Amerika Serikat, NASA, yang juga memasang instrumen di Chandrayaan-1. Temuan ini nantinya menjadi terobosan baru dalam misi penelitian dan eksplorasi ke bulan berikutnya.(TES/LUC)

Nokia Akan Masuki Pasar Komputer


DARI      LIPUTAN 6 SCTV

Liputan6.com, Helsinki: Persaingan pasar komputer bakal semakin sengit. Pasalnya, produsen telepon seluler terkemuka Nokia, Selasa (25/8) menyatakan akan mulai masuk pasar komputer dan siap bersaing dengan produsen-produsen komputer lainnya. Sebagai langkah awal Nokia akan bersaing di pasar laptop.

Reuters mewartakan dalam memperebutkan pasar laptop, Nokia siap dengan produk Nokia Booklet 3G yang akan memakai perangkat lunak Windows dan prosesor Atom Intel. Selain itu laptop pertama produksi Nokia juga akan dilengkapi dengan baterai yang tahan selama 12 jam, teknologi nirkabel bluetooth, dan koneksi WiFi.

Dengan bobot hanya 1,25 kilogram, Nokia mengaku perangkat Windows 7 terbaru siap terpasang didalamnya. Produk ini bisa mulai dinikmati 2 September mendatang. Namun, Nokia masih enggan memberi informasi yang lebih rinci seputar produknya dan juga harga yang dibandrol.

Sebelumnya Nokia pernah masuk ke pasar komputer, namun kemudian menarik diri pada tahun 1991 dengan alasan fokus pada pasar telepon seluler. Langkah Nokia ini merupakan upaya kedua perusahaan tersebut untuk bersaing dalam industri komputer.

Sejumlah analis menduga langkah yang diambil Nokia terkait dengan turunnya permintaan pasar telepon seluler sehingga membuat keuntungan Nokia menurun. Dengan memasuki pasar komputer dikhawatirkan menyebabkan Nokia memotong keuntungannya pada tahun depan.(AND)

lmuwan Italia Buat Terobosan Superkomputer


DARI    LIPUTAN 6 SCTV


Liputan6.com, Roma: Beberapa ilmuwan dari Universitas Trento, Italia, Selasa (18/8), mengkonfirmasi bahwa mereka telah melakukan langkah besar ke arah pengembangan komputer kuantum supercepat. Semua komputer kuantum mengandalkan properti partikel subatom untuk memancarkan keterangan dan melakukan penghitungan dengan menggunakan berbagai unit informasi yang disebut qubit.

Xinhua-OANA mewartakan qubit tidak seperti bit yang digunakan di dalam operasi komputer konvensional, yang hanya dapat mewakili satu dari dua, qubit dapat mewakili sampai empat. Dengan kemampuan ini memungkinkan pemakai untuk mengurangi banyak waktu di depan komputer.

Gelombang elektron yang digunakan untuk menyampaikan informasi di dalam komputer kuantum bergerak di dalam partikel yang disebut bit kuantum dengan mudah dipengaruhi oleh campur tangan dari luar. Namun, hal itu sudah teratasi.

Profesor Iacopo Carusotto, seorang ahli ilmu fisika di pusat Bec-Infm yang juga mengajar di University of Trento, mengatakan, penyelesaian bagi campur tangan bit kuantum ialah mempolarisasikannya sehingga semua bit kuantum berputar pada arah yang sama. Dia membandingkan teknik tersebut dengan penghapusan suara latar yang menjengkelkan yang menghalangi seseorang memusatkan perhatian.

"Itu seperti memberikan irama reguler yang terus-menerus kepada sepasang maraca yang berguncang tak terkendali. Dengan cara ini, `suara` itu menjadi dapat diterima bagi elektron, yang tidak menjadi bingung dan dapat bekerja lebih efisiensi," kata Iacopo.

Sekedar informasi, maraca adalah alat musik asli beberapa negara Karibia serta Amerika Latin yang biasanya dimainkan secara berpasangan.

Teknik tersebut dikembangkan oleh para peneliti di Bec-Infm Research and Development Center, laboratorium fisika di Universitas Trento, yang bekerja sama dengan satu tim ahli fisika internasional dari seluruh dunia. Seperti dikutip ANTARA, temuan tersebut disiarkan di dalam Nature Physics, jurnal ilmiah kenamaan yang memusatkan perhatian pada fisika terapan, terbitan 15 Agustus.(AND)

Followers

Blog Stats