Senin, 24 Agustus 2009

'Merah Putih', Film Seharga Rp 60 Miliar


Jakarta - Film 'Merah Putih' bercerita tentang kehidupan 5 pria di Sekolah Tentara Rakyat setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 1947. Mereka adalah Amir (Lukman Sardi), Marius (Darius), Tomas (Donny Alamsyah), Soerono (Zumi Zola) dan Dayan (Rifnu Wikana). Tujuan mereka satu, menjadi pejuang yang kemerdekaan.

Kehidupan di pemusatan latihan tentara yang keras, membuat mereka harus belajar banyak soal dunia militer. Salah satunya tidak membuat keonaran dan kesalahan yang bodoh, kalau tidak, mereka akan dihukum. Awalnya perbedaan latar belakang suku, agama dan ras membuat beberapa hal tidak berjalan mulus, terutama antara Tomas dan Marius.

Tomas berasal dari keluarga peternak ayam yang bersuku Manado dan beragama Kristen. Sedangkan Marius adalah kaum atas asal Batavia. Alasan mereka pun berbeda untuk menjadi tentara, Tomas lebih berniat karena dia ingin membalas dendam atas ayahnya yang dibunuh tentara Belanda.

Saat itu memang Jepang sudah menyerah, namun Belanda berniat ingin mencaplok Indonesia lagi lewat agresi militernya. Mereka pun bersama tentara lainnya ditugaskan untuk memaksa Belanda mundur lewat pertempuran 'hidup atau mati'.

'Merah Putih' adalah bagian pertama dalam sebuah kisah trilogi yang disutradarai oleh Yadi Sugandi. Dalam penggarapannya, 'Merah Putih' dibantu oleh sejumlah kru asing yang biasa mengarap film Hollywood. Bahkan sampai efek ledakan dan make up-nya dibuat sangat nyata sehingga bisa menggambarkan suasana peperangan. Anda pun bisa berpendapat sendiri bagaimana kualitas film yang berharga Rp 60 miliar.

Cerita 'Merah Putih' dirasa tepat menjelang HUT RI ke-64 yang bisa kembali mengingatkan penonton akan arti nasionalisme. Tak hanya itu di tengah makin menjamurnya film horor, 'Merah Putih' bisa menjada pilihan penikmat film.

'Merah Putih' bisa disaksikkan mulai 13 Agustus 2009 di bioskop kesayangan Anda.

Merdeka!

MERAH PUTIH 2 Hadirkan Jenderal Sudirman


Trilogi film MERAH PUTIH memasuki babak baru. Setelah film pertama tayang, film kedua pun disiapkan. Berbeda dengan film yang pertama, intrik film kedua akan lebih banyak.

"Di film MERAH PUTIH yang pertama itu lebih banyak intrik dengan diri sendiri dan teman-teman seperjuangan. Tapi di film kedua, intrik akan semakin meluas," kata Yadi Sugandi, saat dihubungi KapanLagi.com, Selasa (18/8).

Persiapan syuting MERAH PUTIH 2 juga sudah dilakukan. Penggodokan materi terus dimatangkan. "Yang jelas akan hadir tokoh-tokoh baru. Pastinya kehadiran tokoh ini akan menambah konflik," jelasnya.

Ketika ditanya siapakah tokoh paling banyak berpengaruh nantinya di sekuel kedua, Yadi menyebut Jenderal Sudirman.

"Pada dasarnya masih sama temanya tentang nasionalisme. Intriknya bakal lebih tajam, karena empat prajurit yang berhasil lolos di film pertama akan bertemu dengan rombongan Jenderal Sudirman. Kemudian mereka ditugaskan oleh Jenderal Sudirman untuk menjalankan misi khusus," lanjut Yadi.

Rencana syuting akan dimulai bulan Oktober - November, dengan lokasi di beberapa daerah.

"Jadwal syutingnya masih menyesuaikan dengan pemain. Darius (Sinathrya) ada persiapan kegiatan lain di bulan Desember. Kalau meleset di bulan Oktober - November berarti harus nunggu tahun depan," katanya.

'Merah Putih', Film Termahal Indonesia!

Perkembangan film Indonesia yang maju pesat membuat seorang Hasyim Djojohadikusumo rela menggelontorkan US$ 6 juta untuk sebuah film idealis yang berjudul ‘Merah Putih’.
Film ini diproduseri oleh Hasyim dengan menorehkan anggaran yang sangat besar. Film yang bercerita tentang film revolusi perang Indonesia menelan dana produksi hingga 6 juta dolar atau Rp 60 miliar.

“Dana itu untuk biaya produksi, marketing dan promosi,” ungkap Hasyim ketika acara pelincuran website ‘Merah Putih’ di Djakarta Theater, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat.

Ia pun menjelaskan tujuan film ini dibuat tak lain hanya untuk menghargai para pahlawan kemerdekaan agar anak-anak muda mengingat keberanian para pejuang yang memiliki latar belakang berbeda hanya demi kemerdekaan.

“Film ini jelas mendidik dan memberi inspirasi. Pesan film ini ingin menyampaikan bahwa para pejuang kemerdekaan kita berjuang bukan untuk uang. Supaya anak cucu kita sadar bahwa pendahulu mereka berjuang dengan tulus tanpa pamrih mater,” terangnya.

Film yang rencananya bakal dirilis pada 13 Agustus 2009 itu diperankan oleh Lukman Sardi, Darius Sinathrya, Donny Alamsyah, dan Zumi Zola.

Film Merah Putih, Film Perang Indonesia Ala Hollywood


Dunia Film Indonesia segera menayangkan film dengan genre yang berbeda. Film Merah Putih, adalah film perang pertama Indonesia yang bergaya Hollywood Blockbuster yang akan tayang secara serentak se-nasional pada tanggal 13 Agustus 2009. Film yang diproduksi oleh PT. Media Desa bekerjasama dengan Margate House ini turut melibatkan ahli perfilman internasional.

Sebut saja antara lain Koordinator Special Effect dari Inggris, Adam Howarth (Saving Private Ryan, Black Hawk Down), Koordinator Pemeran Pengganti, Rocky McDonald (Mission Impossible II, The Quiet American), Make Up dan Visual Effect Artist, Rob Trenton (Batman-The Dark Knight), Ahli Persenjataan, John Bowring (Crocodile Dundee II, The Matrix, The Thin Red Line, Australia, X-Men Origins : Wolverine), dan Asisten Sutradara Mark Knight (December Boys, Beautiful).

Merah Putih merupakan bagian pertama dari Trilogi kemerdekaan yang berlatar sejarah otentik perjuangan Indonesia untuk kemerdekaan pada tahun 1947. Bercerita tentang sekelompok pejuang kemerdekaan yang bersatu untuk bertahan dari pembunuhan, berjuang sebagai pejuang gerilya yang terlepas dari konflik dan perbedaan yang besar dalam kelas sosial, suku, agama, dan kepribadian.

“Meskipun Merah Putih adalah karya film fiksi, film ini terinspirasi dari kehidupan yang sesungguhnya dari para kadet pemberani yang dibunuh di Lengkong, semua lelaki dan perempuan pemberani yang telah berjuang untuk persatuan dan kemerdekaan Indonesia antara 1945 sampai 1948,” Jelas Hashim Djojohadikusumo sebagai produser eksekutif saat peluncuran Trailer dan Website Merah Putih di Ballroom Djakarta Theater, 6 Juli 2009.

Film yang dibesut oleh Yadi Sugandi ini akan menampilkan para bintang Indonesia antara lain Lukman Sardi, Doni Almasyah, Darius Sinathrya, T. Rifnu, Zumi Zola, dan turut memperkenalkan Rahayu Saraswati.

Followers

Blog Stats